Feset Usif Ma Nai 2026: Ketika Pesan Leluhur tentang Hutan dan Mata Air Menjadi Seruan Menyelamatkan Lingkungan
Di balik parade pakaian adat dan kemegahan simbol kerajaan di Oelamasi, terselip pesan yang jauh lebih mendasar: menjaga hutan dan sumber mata air. Pemerintah Kabupaten Kupang mencoba menghubungkan kembali kearifan masyarakat adat dengan tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
OELAMASI, SNC – Sebuah festival budaya biasanya identik dengan pakaian adat, tarian tradisional, musik daerah, dan kemeriahan masyarakat. Namun, Feset Usif Ma Nai atau Festival Para Raja Kabupaten Kupang Tahun 2026 menawarkan pesan yang lebih luas.
Di tengah peragaan identitas adat dan kebesaran tradisi, terselip seruan tentang sesuatu yang menjadi kebutuhan dasar kehidupan manusia: menjaga hutan dan memelihara sumber mata air.
Pesan itu disampaikan melalui ungkapan dalam bahasa Dawan:
“Tpanat ma tpao hit nasi, tparoir ma tfairoir oe mata.”
Artinya, mari menjaga hutan kita dan memelihara sumber mata air kita.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
