“Kami memanfaatkan limbah serbuk gergaji dari tempat penggergajian kayu sebagai media tanam utama,” jelas Arlot.
Untuk mendukung inovasi ini, Arlot mengembangkan screen house pertanian, sebuah bangunan yang menerapkan konsep mudah dan murah dalam pengaplikasian media tanam.
“Budidaya dalam screen house menjadi langkah terbaik dalam menanggulangi serangan hama dan tentunya kita juga dapat melakukan penanaman baik musim hujan maupun kering,” tambahnya.
Dengan metode screen house, Arlot mampu memproduksi sekitar 500 media tanam. Setiap media tanam dijual dengan harga menguntungkan Rp 200 per media.
“Dengan metode ini, kami mampu memproduksi sekitar 500 media per tanam,” ungkap Arlot.
Arlot Sanam berharap semua elemen masyarakat dan pemerintah dapat memperhatikan usaha-usaha pertanian mereka dengan menyediakan alat-alat pertanian yang diperlukan.
“Saya berharap kepada semua elemen agar bisa memperhatikan usaha-usaha kami dengan menyediakan alat-alat pertanian sehingga usaha yang kami kembangkan saat ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kupang,” tutupnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
