“Selama ini kuota ditentukan dari proporsi umat, tetapi tidak sepenuhnya adil karena daftar tunggu di beberapa daerah bisa mencapai 47 tahun. Maka diambil jalan tengah dengan menggunakan rata-rata daftar tunggu nasional sekitar 26 tahun,” jelasnya.
Dengan formula baru tersebut, NTT memperoleh kuota 516 jamaah yang akan diberangkatkan dalam satu setengah kloter, bergabung pada Kloter 80 Embarkasi Surabaya. Rencananya, jamaah NTT akan berangkat pada 12 Mei 2026 dan kembali ke Tanah Air pada 22 Juni 2026.
Dari total kuota tersebut, Hasan menjelaskan bahwa jumlah jamaah reguler murni sebanyak 513 orang, ditambah tiga petugas haji daerah, sehingga total tetap 516 orang. Jumlah ini belum termasuk petugas kesehatan kloter yang merupakan kewenangan pusat.
Hasan menambahkan, penerapan aturan kesehatan baru dari Arab Saudi membuat proses istitha’ah kesehatan menjadi lebih ketat. Jamaah yang belum dinyatakan sehat tidak diperkenankan melunasi biaya haji dan akan ditunda keberangkatannya.
“Sekarang sistemnya, yang boleh lunas adalah jamaah yang sudah dinyatakan sehat. Kalau belum sehat, ditunda. Ini mengikuti aturan Saudi yang sangat ketat. Berangkat dari Indonesia tidak lagi menjamin bisa masuk Arab Saudi jika kondisi kesehatannya tidak memenuhi syarat,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
