“Saya tidak akan mengizinkan adanya penambahan pegawai baru sebelum PDAM menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan. Fokus utama saat ini adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen,” tambahnya.
Sebagai langkah awal, Bupati menginstruksikan PDAM untuk segera melakukan rotasi jabatan guna menyegarkan organisasi dan meningkatkan produktivitas kerja. Selain itu, ia meminta agar dilakukan evaluasi terhadap seluruh aspek operasional PDAM, mulai dari sistem distribusi air, pelayanan pelanggan, hingga strategi peningkatan pendapatan.
Kunjungan Bupati Kupang ini juga dihadiri oleh Plt. Direktur PDAM Kabupaten Kupang, Okto Tahik, beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh karyawan PDAM. Dalam kesempatan itu, Yosef Lede juga menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan PDAM dan tidak segan mengambil tindakan jika tidak ada perubahan positif.
Dengan ultimatum tegas dari Bupati Kupang, PDAM Tirta Lontar kini menghadapi tantangan besar untuk melakukan reformasi internal. Jika tidak segera berbenah, konsekuensi berat bisa menanti, termasuk kemungkinan perubahan kepemilikan atau restrukturisasi besar-besaran.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
