“Awalnya kami telah berdiskusi dengan kepala Dinas Kesehatan kabupaten TTS terkait dengan apa saja persoalan yang masih menjadi momok dalam bidang kesehatan, saat itu dikatakan bahwa stunting yang masih tinggi. Oleh karena itu kami melihat bahwa dengan angka stunting yang ada maka yang selalu diserang adalah para ibu, karena itu melalui kegiatan ini kami mencoba mengajak para ayah untuk turut berperan dalam penanganan kasus stunting ini.”
Ia juga menekankan pentingnya peran ayah dalam memastikan keluarga mendapatkan pangan bergizi dan menciptakan lingkungan rumah yang lebih peduli akan pola hidup sehat. Ia juga menambahkan pelatihan ini diharapkan dapat membekali tokoh agama dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang gizi keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. R. A. Karolina Tahun, menjelaskan bahwa upaya dalam menekan angka stunting di kabupaten TTS, pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan tidak bisa berjalan sendirian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
