TTS, SNC — Pagi masih muda ketika satu per satu guru berdatangan ke Hotel Bahagia 2 Soe. Dari wajah-wajah itu, tampak lelah perjalanan yang belum sepenuhnya hilang. Namun di baliknya, tersimpan sesuatu yang lebih kuat: harapan.
Mereka datang dari berbagai penjuru Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), meninggalkan ruang kelas dan rutinitas harian untuk satu tujuan, belajar kembali.
Selama lima hari, dimulai pada Senin – Jumat (20 – 24 April 2026), sebanyak 120 guru SMA/SMK larut dalam pelatihan yang diinisiasi melalui kolaborasi Yayasan Emanuel dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Tapi ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ada mimpi besar yang sedang dirawat diam-diam: mengubah wajah pembelajaran di sekolah.
Di dalam ruangan, suasana tak selalu formal. Ada diskusi hangat, praktik langsung, bahkan gelak tawa kecil saat para guru mencoba metode baru yang mungkin sebelumnya terasa asing. Dari pembelajaran berdiferensiasi hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), semuanya menjadi pengalaman baru yang membuka cakrawala.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
