Materi yang diberikan pun tidak main-main. Mulai dari manajemen kelas, pembelajaran inkuiri, asesmen autentik, hingga penguatan literasi dan numerasi, dua hal yang kini menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan. Bahkan, pemanfaatan AI diperkenalkan sebagai “co-pilot” yang membantu guru merancang pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan.
Namun pada akhirnya, pelatihan ini bukan tentang materi.
Ia tentang manusia.
Tentang guru-guru yang diam-diam ingin menjadi lebih baik. Tentang keinginan untuk melihat siswa mereka lebih memahami, lebih berani, dan lebih siap menghadapi masa depan.
Di sela-sela sesi, beberapa guru terlihat masih berdiskusi, enggan menyia-nyiakan waktu. Ada yang mencatat serius, ada yang bertanya tanpa ragu, dan ada pula yang mulai membayangkan, bagaimana nanti mereka akan mengubah cara mengajar di kelas.
Lima hari mungkin terasa singkat. Tapi perubahan memang tidak selalu dimulai dari hal besar. Kadang, ia lahir dari ruang sederhana, dari pertemuan singkat, dari keberanian kecil untuk mencoba sesuatu yang berbeda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
