Rektor Jefri Bale menegaskan misi kemanusiaan Undana juga mencakup pendampingan pemulihan mental masyarakat.
Menurut dia, kehadiran relawan harus memberikan dukungan kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana.
“Selain menyalurkan logistik dan pelayanan medis, para relawan ditugaskan membantu pemulihan mental atau trauma healing warga,” ujar Jefri.
Mobilisasi relawan dalam beberapa tahap tersebut memperlihatkan perubahan peran perguruan tinggi ketika menghadapi bencana.
Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang dapat dimobilisasi untuk membantu masyarakat.
Tenaga medis, dosen, mahasiswa dan unsur kelembagaan dapat bekerja bersama berdasarkan bidang keahlian masing-masing.
Namun, seluruh pergerakan harus tetap berada dalam sistem penanganan bencana yang terkoordinasi.
Rektor Undana menginstruksikan seluruh relawan untuk menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
Prinsip safety first harus dijalankan selama menjalankan tugas, termasuk dalam penggunaan obat-obatan, konsumsi dan mobilitas di wilayah terdampak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
