Dengan pendekatan ini, ia yakin sektor pertanian di NTT bisa lebih maju dan mandiri.
Selain itu, SPK menekankan bahwa kunci keberhasilan pertanian di NTT terletak pada pengelolaan air yang baik.
“Kalau airnya kita bendung, lalu dikelola secara baik, tentu akan berdampak positif pada sektor pertanian kita. Tanaman sayur kita maksimalkan,” tambahnya.
SPK juga menyoroti pentingnya peran TNI dalam mengentaskan masalah stunting di NTT. Ia berharap Korem 161/Wira Sakti Kupang bisa menjadi pionir dalam penyediaan tanaman pangan bergizi.
“Kita mulai dari KODIM dan Koramil yang ada di seluruh NTT. Dengan sistem yang kuat dan kontrol yang bagus, saya yakin kita bisa kurangi angka stunting di NTT,” tegas SPK.
Ia mengakui bahwa keberhasilan ini juga membutuhkan kerjasama lintas sektor dan agama. “Semua agama harus duduk bersama. Jangan dilihat umat mana yang harus diprioritaskan, namun semuanya menjadi prioritas untuk mengangkat martabat NTT,” tutupnya.
Dengan pendekatan desain mandiri alsintan dan pengelolaan air yang baik, SPK optimis bahwa pertanian di NTT akan semakin maju dan mampu mengatasi berbagai permasalahan, termasuk stunting.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
