Desain Mandiri Alsintan: Solusi Pertanian NTT Menurut SPK

Kontributor : SN Editor: Redaksi
WhatsApp Image 2024 06 28 at 19.49.07 1 1536x866 1
DIALOG. Para tokoh masyarakat yang hadir dalam Komsos Korem 161/WS Kupang. Wayan Darmawa (Baju putih, dua dari kanan) saat berdialog dengan Kasrem Simon Petrus Kamlasi. Foto: Mediatorkupang.com

Kupang, SN – Brigadir Jenderal (Brigjen) Simon Petrus Kamlasi (SPK), Kepala Staf Korem 161/Wira Sakti Kupang, mengemukakan sebuah solusi inovatif untuk meningkatkan sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam forum Komunikasi Sosial (Komsos) yang diadakan bersama komponen masyarakat, SPK menekankan pentingnya desain mandiri alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai kunci keberhasilan pertanian di NTT.

Brigjen Simon Petrus Kamlasi, Rektor Prof. Dr. Ir. Godlief Frederik Neonufa, MT, Warek III Dr. Filmon Mikson Polin, S.H., M.H., bersama para dosen UNKRIS usai memberi Kuliah Umum (26/6)

SPK mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama dalam sektor pertanian di NTT adalah mahalnya biaya alsintan yang sering kali tidak terjangkau oleh petani lokal.

Untuk mengatasi hal ini, ia menyarankan pembuatan prototipe alsintan secara mandiri yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lokal.

“Kita bisa mendesain sendiri alsintan yang mudah dan murah. Prototipe pertama dan kedua mungkin saja gagal, tapi kita akan terus mencoba hingga menemukan yang terbaik untuk diproduksi massal,” ujar SPK.

  • Bagikan
Exit mobile version