Perlombaan Seni Menjadi Sarana Edukasi Budaya
Ketua Panitia, Okran K.R. Betty, S.Hut., yang juga menjabat Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai sarana edukasi, apresiasi, sekaligus upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kekayaan budaya daerah.
Menurutnya, TTS memiliki warisan budaya yang luas, mulai dari seni pertunjukan dan adat istiadat hingga permainan tradisional, karya seni, serta kuliner khas daerah. Namun, perkembangan teknologi informasi dan masuknya berbagai pengaruh budaya luar menjadi tantangan dalam menjaga keberlanjutan tradisi, terutama di kalangan generasi muda.
Untuk itu, festival menghadirkan sejumlah perlombaan yang melibatkan pelajar SD dan SMP. Cabang yang dipertandingkan meliputi tarian Bonet, tarian Maekat, tarian kreasi, serta komedi tunggal atau stand-up comedy menggunakan bahasa Dawan.
Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap minat dan bakat peserta didik di bidang seni budaya semakin berkembang. Festival ini juga diharapkan dapat mempererat persatuan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya warisan leluhur, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.







