Balai Bahasa Provinsi NTT Dorong Guru Jadi Penggerak Literasi Nasional
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ralph Hery Budhiono, dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Balai Bahasa dalam meningkatkan kompetensi linguistik dan pedagogik bagi tenaga pendidik. Menurutnya, kemampuan berbahasa seorang guru berpengaruh langsung terhadap efektivitas pembelajaran dan keberhasilan transfer pengetahuan di ruang kelas.
“Guru yang mahir berbahasa akan mampu menyederhanakan konsep yang rumit menjadi materi yang mudah dipahami peserta didik. Di sinilah pentingnya penguasaan bahasa Indonesia sebagai alat berpikir dan sarana pembelajaran,” terang Ralph.
Ralph juga menegaskan kembali amanat UUD 1945 Pasal 36, bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa negara yang wajib digunakan dalam dunia pendidikan. Namun demikian, ia mengapresiasi keberadaan bahasa daerah sebagai unsur kebudayaan yang perlu dilestarikan, selaras dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
Lebih lanjut, Ralph menjelaskan bahwa kegiatan serupa telah dilaksanakan oleh Balai Bahasa NTT di berbagai sektor, termasuk bagi wartawan, pegiat literasi, dan komunitas masyarakat. Ia berharap ke depan program peningkatan kompetensi berbahasa dapat menjangkau lebih banyak elemen masyarakat untuk memperkuat ekosistem kebahasaan nasional.
Menutup sambutannya, Ralph mengutip semangat Trigatra Bangun Bahasa — Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing — sebagai pedoman bersama dalam memperkokoh identitas bangsa melalui bahasa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
