Ia berharap hasil dari lokakarya ini dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan untuk menanggulangi bencana kekeringan.
“Kerja sama dengan ADRA Indonesia selama ini telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi risiko bencana kekeringan di Kabupaten Kupang,” tambahnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang, Semmy Tinenti, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam penanggulangan bencana.
“Aktifasi sistem komando dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terancam adalah langkah krusial dalam menghadapi situasi darurat kekeringan,” katanya.
Project Manager ADRA Indonesia, Aminuddin Magatani, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kupang dan seluruh stakeholder atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin.
“Sejak 2023, ADRA Indonesia telah mengimplementasikan proyek antisipatif di empat kabupaten, termasuk Kabupaten Kupang, untuk menghadapi bencana,” ungkapnya.
Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Kupang, yang diketuai oleh Elfrid Saneh, juga berperan aktif dalam kegiatan ini. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Sosial Paul Liu, Kepala Badan Kesbangpol Yesai Lanus, perwakilan dari Kodim 1604/Kupang, Polres Kupang, BMKG, Basarnas, serta sejumlah kepala desa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









