“Jika kita mau bersatu dan bekerja keras, hasil luar biasa akan tercapai. Pemerintah tentu akan terus mendukung upaya-upaya semacam ini,” katanya.
Arah Pembangunan Pertanian Kupang
Dalam pidatonya, Yosef menegaskan kembali bahwa pertanian akan menjadi prioritas pembangunan daerah. Ia mengingatkan, jika sektor ini melemah, dampaknya akan dirasakan hingga ke Kota Kupang, yang hampir seluruh kebutuhan pangannya berasal dari Kabupaten Kupang.
Menutup sambutannya, ia mengajak semua pihak bersiap menghadapi musim tanam berikutnya, terutama dengan prediksi curah hujan yang lebih cepat.
“Panen hari ini bukan akhir, tetapi awal dari semangat baru. Mari kita terus bergandengan tangan, petani, penyuluh, pemerintah, dan desa, agar pertanian Kupang semakin maju dan mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Panen perdana di Desa Mata Air akhirnya menjadi simbol optimisme baru: sebuah harapan bahwa dengan dukungan pemerintah, kerja keras petani, dan pendampingan penyuluh, Kupang dapat tampil sebagai lumbung pangan utama Nusa Tenggara Timur. (EIN)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
