Tak hanya itu, Jean juga menyoroti pola target kinerja tahunan yang terus diulang tanpa pembaruan. Menurutnya, indikator yang stagnan tidak hanya menyesatkan dalam evaluasi capaian pembangunan, tetapi juga menutup peluang inovasi dalam pelayanan publik.
“Target yang sama setiap tahun, tanpa evaluasi capaian dan tantangan aktual, hanya menunjukkan ketidakseriusan dalam perencanaan. Padahal, pembangunan membutuhkan arah yang dinamis dan adaptif,” tegasnya.
Struktur organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi sorotan tajam. Pansus menilai bahwa postur birokrasi Pemkab TTS masih terlalu gemuk dan boros anggaran. Dengan banyaknya OPD yang tidak produktif, Pansus merekomendasikan perampingan struktur sebagai langkah efisiensi sekaligus penajaman fungsi kerja.
“Bupati perlu melakukan kajian menyeluruh terhadap struktur yang ada. Jangan hanya karena alasan balas jasa politik, kita biarkan struktur gemuk yang tak efektif terus bertahan,” tambah Jean.
Dalam rekomendasinya, Pansus meminta agar Bupati segera menerapkan sistem reward and punishment secara adil terhadap pimpinan OPD. Bagi OPD yang berprestasi dan mampu meningkatkan PAD akan diberi penghargaan, sedangkan OPD yang lemah kinerjanya harus dievaluasi secara menyeluruh.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
