Padahal dalam berbagai tradisi keagamaan, pengendalian diri selalu ditempatkan sebagai salah satu jalan menuju kebijaksanaan.
Pesan yang dibawa Bhante Jagaro Mahathera sesungguhnya melampaui batas agama.
Ia berbicara tentang disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan menempatkan prioritas.
Nilai-nilai yang juga dibutuhkan dalam kehidupan sosial, pemerintahan, pendidikan, bahkan dunia usaha.
Wali Kota melihat pelajaran itu sangat relevan dengan tantangan pembangunan Kota Kupang.
Menurutnya, membangun kota memerlukan kesabaran dan konsistensi.
Tidak semua hasil dapat dinikmati secara instan.
Ada proses panjang yang harus dilalui bersama.
Dalam konteks itu, pengendalian diri menjadi modal penting bagi setiap individu maupun komunitas.
Perayaan Waisak sendiri sarat dengan pesan tentang pengendalian diri dan pencarian kebijaksanaan.
Ketua Permabudhi NTT, Indra Effendy, menjelaskan bahwa Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









