Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pelajaran dari Seorang Bhante: Menunda Kesenangan untuk Menemukan Kebijaksanaan

pelajaran-dari-seorang-bhante-menunda-kesenangan-untuk-menemukan-kebijaksanaan
Pelajaran dari Seorang Bhante: Menunda Kesenangan untuk Menemukan Kebijaksanaan

Padahal dalam berbagai tradisi keagamaan, pengendalian diri selalu ditempatkan sebagai salah satu jalan menuju kebijaksanaan.

Pesan yang dibawa Bhante Jagaro Mahathera sesungguhnya melampaui batas agama.

Ia berbicara tentang disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan menempatkan prioritas.

Nilai-nilai yang juga dibutuhkan dalam kehidupan sosial, pemerintahan, pendidikan, bahkan dunia usaha.

Wali Kota melihat pelajaran itu sangat relevan dengan tantangan pembangunan Kota Kupang.

Menurutnya, membangun kota memerlukan kesabaran dan konsistensi.

Tidak semua hasil dapat dinikmati secara instan.

Ada proses panjang yang harus dilalui bersama.

Dalam konteks itu, pengendalian diri menjadi modal penting bagi setiap individu maupun komunitas.

Perayaan Waisak sendiri sarat dengan pesan tentang pengendalian diri dan pencarian kebijaksanaan.

Ketua Permabudhi NTT, Indra Effendy, menjelaskan bahwa Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Sang Buddha, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan, dan wafatnya Sang Buddha.

Baca Juga :  Bupati Kupang Geram! PDAM Tirta Lontar Diminta Segera Berbenah
  • Bagikan