Ketiga peristiwa tersebut mengajarkan manusia untuk hidup lebih sadar, penuh kasih, dan tidak dikuasai oleh hawa nafsu.
Karena itu, rangkaian kegiatan Waisak tahun ini tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan.
Berbagai kegiatan sosial turut dilaksanakan sebagai bentuk pengamalan nilai Dharma.
Mulai dari donor darah, bakti sosial, aksi peduli lingkungan, hingga kunjungan ke panti sosial.
Semua kegiatan itu mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu diperoleh dengan menerima, tetapi juga dengan memberi.
Bagi masyarakat Kota Kupang, pesan tersebut terasa penting.
Kota yang terus bertumbuh ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan sosial hingga lingkungan.
Menghadapi tantangan itu diperlukan warga yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian.
Karena itu, Wali Kota menilai organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang lebih berintegritas.
Agama bukan sekadar urusan ibadah, tetapi juga sumber nilai yang membentuk perilaku sosial.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









