“Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak boleh berhenti pada seremoni wisuda. Ilmu harus berdampak nyata bagi masyarakat. Lulusan perguruan tinggi harus hadir sebagai solusi atas persoalan riil di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap para wisudawan dan wisudawati dapat mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama studi untuk memperkuat program-program strategis pemerintah daerah. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kupang dan Universitas Nusa Cendana, lanjutnya, akan terus diperkuat guna memastikan riset dan inovasi kampus terhubung dengan kebutuhan masyarakat.
Rektor Jefri S. Bale dalam sambutannya mengingatkan bahwa gelar akademik bukan sekadar atribut formal, melainkan amanah moral. Ia menitipkan pesan agar para lulusan menjadi agen perubahan yang solutif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sejalan dengan semangat Undana untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pada wisuda kali ini, salah satu yang dikukuhkan adalah Johni Asadoma sebagai Doktor Ilmu Administrasi ke-39 yang dilahirkan Undana. Ia sebelumnya mempertahankan disertasi mengenai digitalisasi pendidikan inklusif dalam ujian terbuka. Bupati Kupang turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut, seraya berharap kontribusi intelektual yang lahir dari kampus dapat mempercepat kemajuan Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
