Ia menambahkan, dukungan yang diperlukan tidak hanya berupa peningkatan sarana dan prasarana untuk memaksimalkan produksi, tetapi juga bantuan dalam pemasaran produk, dengan cara membeli dan mempromosikan hasil olahan TPS 3R ke berbagai kalangan.
Linus juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam produksi pupuk organik di TPS 3R, meskipun fasilitas yang tersedia masih terbatas.
Ia berharap ke depannya, selain pemerintah, pihak swasta juga dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih terhadap inovasi ini, sehingga kapasitas produksi meningkat dan jangkauan pemasaran semakin luas.
Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa, S.Sos., MM, menjelaskan bahwa untuk mengoptimalkan operasional TPS 3R, tim mereka telah melakukan studi banding di Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar – Bali, yang telah lebih dahulu menerapkan inovasi pengelolaan sampah.
Ia mengakui bahwa salah satu tantangan utama saat ini adalah peningkatan kapasitas produksi serta pemasaran produk.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









