SN, Penjabat (PJ) Wali Kota Kupang, Linus Lusi, menegaskan bahwa reformasi birokrasi menjadi tantangan terbesar dalam masa kepemimpinannya.
Dalam podcast bersama Sei Podcast di Kupang, Sabtu (08/2/25), Penjabat Wali Kota mengungkapkan bahwa dalam enam bulan terakhir, ia menghadapi berbagai hambatan dalam meningkatkan efektivitas pemerintahan, terutama terkait pelayanan publik, profesionalisme aparatur sipil negara (ASN), serta optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Birokrasi yang Lambat Jadi Tantangan Utama
Linus menyoroti bahwa salah satu masalah mendasar di Kota Kupang adalah sistem birokrasi yang lambat dan kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menekankan perlunya reformasi dalam aspek digitalisasi layanan, peningkatan kinerja ASN, serta percepatan proses administrasi agar lebih efisien.
“Birokrasi kita masih banyak yang terjebak dalam pola lama. Harus ada percepatan dalam pelayanan, terutama yang menyangkut kepentingan publik seperti perizinan, kependudukan, dan pengelolaan aset daerah,” ujar Linus.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
