NTT menghadapi tantangan ekologis yang kompleks: ketergantungan pada pertanian lahan kering, praktik perikanan tradisional, kerentanan terhadap perubahan iklim, hingga tekanan investasi pertambangan, monokultur, dan ekspansi pariwisata skala besar. Proyek-proyek strategis nasional yang masuk tanpa kajian komprehensif sering kali memicu konflik sosial dan perampasan ruang hidup masyarakat. Di sinilah WALHI NTT melihat urgensi untuk menempatkan perjuangan lingkungan dalam bingkai demokrasi substantif — sebuah demokrasi yang menjamin hak rakyat atas sumber dayanya, bukan sekadar ritual pemilu.
Strategi Yuvensius menekankan solidaritas lintas sektor dan lintas isu. Menyatukan tuntutan hak atas tanah, lingkungan, dan pemulihan ekonomi lokal menjadi agenda bersama, menurutnya, adalah kunci untuk menantang dominasi oligarki. Pendekatan ini juga mencakup penguatan kapasitas masyarakat adat dalam mengelola sumber daya secara berkelanjutan serta advokasi kebijakan yang menghormati hak-hak kolektif dan kearifan lokal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
