“Kami berharap program ini terus berlanjut dan mampu meningkatkan potensi guru serta peserta didik ke depan. Literasi harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya di sekolah kami, tetapi juga di sekolah-sekolah lain di TTS,” tambahnya.
Terobosan yang dilakukan SD GMIT Soe II ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk turut menghadirkan ruang kreatif bagi guru dan peserta didik. Dengan demikian, gerakan literasi tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui karya nyata yang berdampak luas.
Di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini, langkah SD GMIT Soe II menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari ruang kelas, melalui tulisan, kreativitas, dan komitmen bersama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
