Johny Sulaiman Raih Peringkat Tertinggi, Seleksi Dirut PDAM Kabupaten Kupang Tuntas

pdam
Johny Sulaiman pertama dari kanan saat wawancara langsung bersama Bupati Kupang

SN, Kupang – Proses seleksi Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang periode 2025–2030 telah memasuki tahap akhir. Dari seluruh peserta seleksi, Johny Sulaiman berhasil meraih nilai tertinggi dan akan segera diusulkan kepada Bupati Kupang untuk ditetapkan serta dilantik sebagai Dirut PDAM Kabupaten Kupang yang baru.

Ketua Panitia Seleksi, Mateldius Sanam, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi berlangsung secara terbuka dan profesional. Ia menjelaskan bahwa proses dimulai dari pengumuman, dilanjutkan dengan seleksi administrasi, uji kompetensi dan kepatuhan, hingga wawancara akhir.

“Semua dilakukan secara transparan dan objektif, dengan tujuan menjaring sosok terbaik yang mampu memimpin PDAM Kabupaten Kupang lima tahun ke depan,” ujar Mateldius, yang akrab disapa Teldi Sanam.

Baca Juga : Wagub NTT Resmi Buka AnTiK Fest 2025, Dorong Anak Muda Bangga Produk Lokal dan Kreatif

Lebih lanjut, Teldi menyampaikan harapannya agar sosok terpilih, yakni Johny Sulaiman, dapat membawa perubahan positif dan kemajuan bagi PDAM Kabupaten Kupang. Ia menyebut bahwa peran Dirut sangat krusial dalam menjawab tantangan sektor air minum yang masih kompleks di daerah tersebut.

“Dirut yang baru nanti akan dihadapkan dengan tantangan strategis, terutama terkait pelayanan air bersih yang belum merata. Diperlukan inovasi manajerial, peningkatan efisiensi jaringan distribusi, serta pembenahan sumber daya manusia,” paparnya.

Menurut Teldi, selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2025–2030, pimpinan PDAM yang baru harus mampu bekerja cepat, berpikir inovatif, dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Ia menambahkan bahwa evaluasi sistem pelayanan dan pembenahan manajemen internal harus menjadi prioritas awal bagi Dirut terpilih.

“Peningkatan kapasitas SDM merupakan langkah penting. Namun hal itu hanya dapat tercapai jika pembenahan menyeluruh dilakukan, dimulai dari dalam tubuh organisasi PDAM sendiri,” tutup Teldi Sanam. (Red)

  • Bagikan
Exit mobile version