Mereka menambahkan, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Setiap warga didorong untuk melaporkan potensi gangguan kamtibmas kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.
Ajakan aparat keamanan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai organisasi dan komunitas di Maumere. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Forkohat Perumnas, Vox Point Komisariat Sikka, Karang Taruna, Remaja Masjid, Orang Muda Katolik (OMK) Katedral, Pemuda GMIT Imanuel Waioti, serta sejumlah komunitas lokal lainnya.
Mereka sepakat mengeluarkan imbauan bersama kepada masyarakat untuk:
1. Tidak mudah terprovokasi isu-isu pemecah belah.
2. Bijak dalam menyampaikan aspirasi, menjauhi tindakan anarkis maupun penjarahan.
3. Mengutamakan persatuan dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
4. Aktif melapor jika menemukan indikasi gangguan keamanan di lingkungannya.
Komitmen ini mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di Sikka. Meski berbeda latar belakang agama dan organisasi, semua pihak menyadari pentingnya menjaga keamanan dan persaudaraan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
