Kapolres Sikka menyoroti bahwa salah satu ancaman terbesar bagi ketertiban masyarakat saat ini adalah penyebaran hoaks melalui media sosial. Menurutnya, informasi palsu sering kali lebih cepat menyebar dibandingkan klarifikasi, sehingga mudah memicu keresahan.
“Masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Saring dulu sebelum membagikan informasi. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebar hoaks yang merusak persatuan,” ujarnya.
Senada, Dandim 1603/Sikka mengingatkan bahwa hoaks bisa dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin mengadu domba masyarakat. “Persatuan adalah modal besar kita. Jangan biarkan pihak yang tidak bertanggung jawab menghancurkannya dengan isu provokatif,” tandasnya.
Pertemuan lintas organisasi yang difasilitasi TNI–Polri ini sekaligus menunjukkan bahwa Sikka berpotensi menjadi role model keharmonisan di tengah dinamika nasional. Kolaborasi aparat keamanan dengan masyarakat menjadi bukti bahwa stabilitas daerah bisa terjaga jika semua pihak bersinergi.
Dukungan penuh dari generasi muda lintas agama mempertegas bahwa keamanan adalah milik bersama. Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan masyarakat Sikka dari berbagai provokasi, sekaligus menjaga iklim pembangunan tetap berjalan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
