Pemprov NTT dan 21 Daerah Sepakati Transformasi Besar Bank NTT, Fokus pada Tata Kelola dan Penguatan Layanan Publik

bank ntt

Tambahan Modal untuk Penguatan Kapasitas Bank

Salah satu keputusan utama dalam RUPS adalah adanya komitmen tambahan penyertaan modal dari sejumlah pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi NTT menyetorkan tambahan modal sebesar Rp30 miliar, disusul Pemerintah Kabupaten Malaka sebesar Rp5 miliar dan Pemerintah Kabupaten Alor sebesar Rp3 miliar.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Selain penyertaan dalam bentuk tunai, para pemegang saham juga menyepakati mekanisme penyertaan modal melalui aset non-tunai atau inbreng, seperti tanah dan aset strategis lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan infrastruktur perbankan.

Menurut Melki, kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas baru dalam penguatan modal daerah tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap struktur fiskal pemerintah daerah.

“Penyertaan modal dalam bentuk aset menjadi alternatif penting untuk mendukung kebutuhan ekspansi dan pengembangan infrastruktur Bank NTT,” jelasnya.

Restrukturisasi Direksi dan Komisaris

Dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi, RUPS Luar Biasa juga menyetujui perampingan struktur manajemen. Jumlah direksi yang sebelumnya terdiri dari tujuh orang dikurangi menjadi lima orang, sementara jumlah komisaris dipangkas dari lima menjadi tiga orang.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Gubernur NTT Ajak Tinggalkan Budaya Konsumtif Saat Resmikan NTT Mart By OSOP dan Dapur Flobamorata di SMK Negeri 2 Soe
  • Bagikan