Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mencegah Tragedi! Seminar Kesehatan Mental UNIPA Bongkar Akar Masalah Bunuh Diri di Sikka

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20250218 WA0061

“Kita harus melihat ini sebagai kondisi darurat. Bunuh diri bukan sekadar masalah individu, tetapi juga cerminan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pencegahannya harus dilakukan secara kolektif,” ujar Kapolres Sikka.

Strategi Pencegahan: Sinergi Kepolisian, Akademisi, dan Masyarakat

Dalam seminar ini, dibahas berbagai langkah strategis untuk menekan angka bunuh diri, baik dari sisi edukasi, intervensi dini, maupun peran komunitas.

1. Upaya Kepolisian dalam Pencegahan Bunuh Diri

Kapolres Sikka menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan berbagai pendekatan, baik preemtif maupun preventif, antara lain:

  • Sosialisasi melalui Bhabinkamtibmas – Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental.
  • Ceramah keagamaan – Bekerja sama dengan gereja dan masjid untuk menyampaikan pesan pencegahan.
  • Poster dan spanduk himbauan – Meningkatkan kesadaran melalui media visual.
  • Patroli di daerah rawan – Memantau lokasi yang berisiko tinggi terhadap tindakan bunuh diri.
  • Pendampingan di sekolah dan kampus – Mengadakan konseling bagi pelajar dan mahasiswa.
  • Kerja sama dengan pemerintah daerah – Mengintegrasikan upaya kesehatan mental dengan program sosial dan ekonomi.

2. Peran Kampus dalam Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa

Rektor Universitas Nusa Nipa, Dr. Jonas Klemens Gregorius Dori Gobang, S.Fil., M.A., menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang kuat secara mental.

Baca Juga :  Desa Nefoneut dan Letkole Kecamatan Amfoang Barat Daya Akhirnya Merasakan Listrik
  • Bagikan