Wabup Aurum juga menegaskan bahwa program kependudukan harus sejalan dengan upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Kupang. Pemerintah daerah akan memanfaatkan data kependudukan yang lebih akurat untuk mengidentifikasi area dengan tingkat stunting tinggi dan memberikan intervensi yang tepat.
“Dalam tiga bulan ke depan, kami akan bekerja keras untuk menekan angka stunting. Program kependudukan bukan hanya tentang jumlah penduduk, tetapi juga bagaimana kita memastikan kualitas hidup yang lebih baik bagi setiap keluarga di Kabupaten Kupang,” tegasnya.
Kolaborasi Pemkab Kupang dan BKKBN
Audiens ini dihadiri oleh Plt. Sekda Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, Kepala Perwakilan BKKBN NTT, Faizal Fahmi, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Kupang, Cokorda Swastika. Mereka sepakat bahwa koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga kependudukan, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan keberhasilan program kependudukan di Kabupaten Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









