Ir. Wayan Sumartika, M.Si. dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Kupang, membahas konsep harapan baru dalam ajaran Hindu yang lebih dari sekadar optimisme. Harapan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan dharma (kewajiban), karma (sebab akibat), dan bhakti (pengabdian kepada Tuhan). Ia menekankan pentingnya bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga etika, serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan spiritualitas.
Baca Juga : Pertandingan Persekota vs PS Malaka ditonton langsung Wali kota dan Wakil
Pendeta Diana Oematan-Siahaya, S.Ag., MM dari GMIT Petra Oepoi mengajak semua yang hadir untuk mengacu pada ayat Kolose 3:23 yang mendorong kita untuk bekerja dengan sepenuh hati, bukan hanya untuk memperoleh pengakuan dari manusia, tetapi sebagai wujud ibadah kepada Tuhan. Ia menekankan bahwa dedikasi dalam pekerjaan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, dan pelayanan yang tulus akan menjadi berkat bagi banyak orang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Ibadah Penyegaran Iman dan mengusulkan agar kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dua kali sebulan. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan ASN dalam mengikuti ibadah sebagai wujud komitmen terhadap nilai-nilai spiritual. Wali Kota meminta Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang sebagai penyelenggara untuk memastikan absensi pegawai dalam kegiatan tersebut di masa mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









