Bupati Yosef Lede dalam kesempatan itu mengatakan bahwa MoU ini adalah langkah konkret dalam menciptakan pola pembangunan daerah yang produktif dan memiliki nilai tambah.
“Penting untuk terus mengeksplor potensi daerah. Kita tidak boleh berhenti pada rutinitas. MoU tongkang ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kerja sama antarwilayah, mendukung pembangunan, dan meningkatkan PAD Kabupaten Kupang,” tegasnya.
Selama ini, sejumlah komoditas dan material dari Kabupaten Kupang memiliki potensi besar untuk dipasarkan keluar daerah. Namun keterbatasan armada angkut laut yang efisien membuat proses distribusi tidak maximal. Kehadiran kapal tongkang sebagai sarana angkutan barang berkapasitas besar dipandang sebagai solusi strategis untuk mempercepat mobilisasi sumber daya.
Menurut Bupati, peningkatan PAD bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat.
“Ini adalah langkah awal menuju transformasi ekonomi yang lebih luas. Kita ingin logistik berjalan lebih efisien, biaya angkut turun, dan potensi PAD meningkat. Dampaknya akan kembali kepada masyarakat,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
