Ekonomi Hijau, Alam Lestari! Gubernur NTT Canangkan Gerakan Bambu Restoratif

Kontributor : SN Editor: Redaksi
ekonomi-hijau-alam-lestari-gubernur-ntt-canangkan-gerakan-bambu-restoratif
Ekonomi Hijau, Alam Lestari! Gubernur NTT Canangkan Gerakan Bambu Restoratif

Gerakan Bambu Restoratif: Pilar Ekonomi Baru NTT

Gubernur Melki menjelaskan, Gerakan Bambu Restoratif bukan hanya tentang penanaman, tetapi mencakup seluruh rantai nilai — mulai dari budidaya, pengolahan, hingga industri kreatif bambu. Pendekatan ini melibatkan sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas lokal.

Menurutnya, bambu dapat menjadi pilar utama ekonomi restoratif di NTT karena memiliki tiga kekuatan utama:

1. Cepat tumbuh dan ramah lingkungan, mampu menyerap karbon dan mencegah erosi.

2. Bernilai ekonomi tinggi, karena dapat diolah menjadi bahan bangunan, furnitur, hingga produk laminasi premium.

3. Berbasis komunitas desa, sehingga memberikan dampak langsung terhadap pengurangan kemiskinan dan penguatan ekonomi lokal.

“Kita ingin ekonomi yang tumbuh tanpa mengorbankan bumi. Bambu menjadi jembatan antara kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan,” tegas Gubernur Melki.

Gerakan ini tidak berdiri sendiri. Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) menjadi pelopor utama yang menginisiasi pembangunan ekosistem bambu di NTT. Di bawah kepemimpinan Monica, YBLL mengembangkan Sistem Hutan Bambu Lestari (HBL) — metode panen tebang pilih yang menjaga keberlanjutan rumpun bambu dan kualitas ekosistemnya.

  • Bagikan
Exit mobile version