Menurut BI NTT, perekonomian NTT menunjukkan tren pemulihan yang semakin kuat sejak memasuki 2024, dan momentum itu diproyeksikan berlanjut pada 2025. Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, saat memaparkan Outlook Perekonomian NTT 2025 menyampaikan bahwa kontribusi besar sektor pertanian menjadi katalis utama.
“Perekonomian NTT kami proyeksikan tumbuh pada kisaran 4,63–5,43% di tahun 2025, dan meningkat menjadi 5,01–5,61% pada tahun 2026. Inflasi pun tetap terjaga pada kisaran 2,5 ± 1%,” ujarnya di hadapan pemerintah daerah, akademisi, perbankan, dan pelaku usaha yang hadir dalam acara tersebut.
Faktor pendorong pertumbuhan itu antara lain:
- Produksi pertanian yang tinggi, terutama tanaman pangan dan hortikultura, yang meningkatkan aktivitas perdagangan dan ekspor komoditas unggulan daerah.
- Konsumsi rumah tangga yang menguat, seiring membaiknya daya beli masyarakat.
- Investasi yang semakin progresif, terutama pada infrastruktur pendukung pariwisata dan agroindustri.
- Perluasan pembiayaan perbankan, yang mendorong sektor produktif dan UMKM.
- Konsumsi pemerintah yang lebih adaptif, mengikuti arah kebijakan fiskal pusat dan daerah.
Dengan kombinasi faktor tersebut, BI menilai perekonomian NTT memasuki fase pertumbuhan berkualitas yang tidak hanya mengandalkan konsumsi, tetapi juga peningkatan kapasitas produksi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








