SN, Jakarta – Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Lembaga super holding ini akan mengelola seluruh aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengumumkan bahwa gelombang pertama investasi mencapai US$ 20 miliar akan dikucurkan ke 20 proyek strategis dengan nilai miliaran dolar. Proyek-proyek ini mencakup sektor hilirisasi nikel, bauksit, dan tembaga, serta pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI), kilang minyak, petrokimia, produksi pangan, protein akuakultur, dan energi baru terbarukan (EBT).
“Inilah sektor-sektor yang akan menentukan masa depan kita, ketahanan dan kemandirian bangsa,” tegas Prabowo.
BPI Danantara dan Peranannya dalam Perekonomian Indonesia
Dengan total aset sebesar Rp 14.000 triliun, BPI Danantara akan menjadi motor penggerak investasi nasional, memperkuat ketahanan ekonomi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Sejumlah BUMN raksasa yang awalnya dinaungi oleh Danantara meliputi:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









