Bersama-sama, perusahaan-perusahaan tersebut akan memperoleh skala untuk bersaing dengan Toyota dan Volkswagen dari Jerman. Toyota memiliki kemitraan teknologi dengan Mazda dan Subaru dari Jepang.
Rencana penggabungan merupakan ‘langkah putus asa’
Berita mengenai kemungkinan merger mencuat awal bulan ini, dengan laporan yang belum dikonfirmasi mengatakan pembuat iPhone Taiwan Foxconn tengah berupaya untuk bekerja sama dengan Nissan dengan membeli saham dari mitra aliansi perusahaan Jepang lainnya, Renault dari Prancis.
CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan tidak ada pendekatan langsung dari Foxconn terhadap perusahaannya. Ia juga mengakui bahwa situasi Nissan “parah.” ungkapnya.
Bahkan setelah merger, Toyota, yang memproduksi 11,5 juta kendaraan pada tahun 2023, akan tetap menjadi produsen mobil Jepang terkemuka. Jika mereka bergabung, tiga perusahaan yang lebih kecil akan memproduksi sekitar delapan juta kendaraan. Pada tahun 2023, Honda memproduksi empat juta dan Nissan memproduksi 3,4 juta. Mitsubishi Motors memproduksi lebih dari satu juta.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









