Selain itu, berakhirnya efek basis (base effect) dari kebijakan diskon tarif listrik pada tahun sebelumnya juga menjadi faktor yang memengaruhi dinamika inflasi tahunan. Hal ini membuat angka inflasi yoy terlihat lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Para ekonom menilai, meskipun inflasi cenderung terkendali, pemerintah tetap perlu menjaga stabilitas harga, khususnya pada sektor energi dan pangan. Langkah ini penting untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
“Risiko masih ada, terutama dari harga energi dan nilai tukar. Tapi selama pasokan pangan terjaga, inflasi masih dalam batas aman,” ujar seorang analis ekonomi.
Dengan berbagai faktor tersebut, inflasi April 2026 diperkirakan tetap berada dalam target yang ditetapkan pemerintah dan bank sentral. Namun, arah kebijakan ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan harga global, stabilitas rupiah, serta kebijakan energi domestik.
Keputusan pemerintah dalam menjaga harga BBM dan tarif energi menjadi kunci penting dalam mengendalikan inflasi di bulan-bulan berikutnya, terutama menjelang periode konsumsi berikutnya di pertengahan tahun.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
