Jokowi menyebut, saat ini komoditas jagung sedang mengalami panen besar di beberapa tempat. Ia melihat, hasil panen jagung di luar Pulau Jawa seharusnya bisa diolah langsung, dan tidak perlu dibawa ke Jawa.
“Industri pakan ternak itu harus mendekati sentra-sentra jagung, berapa yang dibutuhkan? 1 juta ton, 2 juta ton. Itu harus dihitung. Sehingga kita tidak hanya ekspor jagung, kita ekspor bahan baku jagung, tapi kita ekspor jagung yang sudah diproses, ekspor pakan ternak, ekspor minyak goreng, ekspor minyak jagung,” kata Jokowi.
Dengan adanya industri yang terintegrasi, Jokowi berharap harga jagung bisa lebih stabil dan menguntungkan bagi petani.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
