Di Eropa, bursa saham DAX Jerman turun 2%, CAC 40 Prancis merosot 1,6%, dan FTSE 100 Inggris turun 1,7%.
Trump sebelumnya memperingatkan negara-negara lain agar tidak membalas serangkaian tarif yang diterapkan pada impor AS. Namun, China pada hari Jumat mengumumkan bahwa mereka akan memberlakukan tarif 34% terhadap semua produk impor dari AS mulai 10 April.
Tarif baru ini setara dengan tarif yang diumumkan oleh Trump sebelumnya dan disebut sebagai langkah “timbal balik”, dengan klaim bahwa China telah mengenakan tarif dan tindakan lainnya terhadap produk AS, yang menyebabkan sekitar 67% hambatan perdagangan.
“Perkembangan tarif akan tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar keuangan dalam jangka pendek,” ujar John Canavan, analis senior AS di Oxford Economics, dalam laporannya. “Tarif yang diumumkan Presiden Trump merugikan prospek pertumbuhan ekonomi AS dan meningkatkan risiko inflasi yang lebih tinggi. Namun jika ini terus berlanjut, bukan hanya AS tetapi seluruh dunia harus bersiap menghadapi kemungkinan resesi global” ungkapnya. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








