Secara spesifik, inflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang yang mencapai 2,17 persen dengan IHK sebesar 105,27, menjadikan kota ini sebagai kontributor utama inflasi di NTT. Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dengan penurunan harga sebesar 1,32 persen dan IHK sebesar 104,16.
Meski inflasi secara year on year mencapai 1,07 persen, NTT mencatat deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,03 persen pada September 2024, serta deflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,09 persen. Ini menunjukkan adanya dinamika harga yang cukup kompleks di provinsi ini, di mana kenaikan harga di beberapa kelompok pengeluaran disertai dengan penurunan di kelompok lainnya.
Kenaikan harga makanan dan transportasi memberikan dampak langsung terhadap biaya hidup masyarakat NTT, terutama di daerah perkotaan seperti Kota Kupang. Sementara itu, deflasi di beberapa wilayah, seperti Kabupaten TTS, menunjukkan adanya perbedaan pola konsumsi dan tekanan harga yang berbeda-beda antar wilayah di NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
