Meski demikian, perekonomian Indonesia dinilai tetap memiliki daya tahan yang kuat. Daya beli masyarakat masih terjaga melalui berbagai program perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, serta percepatan belanja pemerintah. Di sisi lain, investasi tetap tumbuh didorong proyek hilirisasi dan pembangunan infrastruktur prioritas pemerintah. KSSK memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada pada kisaran 5,6–6,0 persen.
Inflasi Terkendali, Rupiah Tetap Terjaga
KSSK juga mencatat inflasi nasional pada Juli 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 2,88 persen (year-on-year), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,34 persen. Penurunan inflasi terutama ditopang oleh meredanya tekanan harga kelompok pangan bergejolak (*volatile food*), sementara inflasi inti tetap stabil.
Di sektor eksternal, nilai tukar rupiah sempat mengalami tekanan akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah, namun kembali menguat menjadi Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026. Posisi cadangan devisa Indonesia tetap tinggi sebesar USD145,6 miliar, setara pembiayaan 5,5 bulan impor, sehingga dinilai mampu menopang stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
