Kegiatan workshop ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas lembaga dalam menghadapi ancaman siber yang bersifat lintas sektor dan lintas yurisdiksi. Mayoritas peserta merupakan jajaran direksi dari penyelenggara IAKD, dengan fokus pada peningkatan kapasitas dalam pencegahan, deteksi, respons, dan pemulihan dari insiden siber.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, menggarisbawahi konsep human firewall, yaitu pendekatan yang menempatkan sumber daya manusia sebagai lini pertahanan pertama melalui peningkatan kesadaran dan pelatihan terhadap ancaman seperti phishing dan malware.
Lebih lanjut, OJK menyatakan akan terus memperluas koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, aparat penegak hukum, asosiasi industri, serta pelaku usaha guna memastikan pengelolaan risiko siber dilakukan secara terintegrasi. Pendekatan kolaboratif ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, melindungi konsumen, serta menjamin kesinambungan layanan keuangan digital.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
