Beliau juga menekankan bahwa penurunan angka stunting merupakan salah satu prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah Kabupaten Kupang dengan target penurunan hingga 9,3% pada tahun 2024.
Dalam sambutannya, Bupati Lumba juga mengingatkan bahwa meskipun telah ada capaian yang membanggakan, masih ditemukan kasus stunting dan kurang gizi di Kabupaten Kupang. Oleh karena itu, diperlukan langkah intervensi yang spesifik dan tepat sasaran agar target bebas stunting dapat tercapai.
“Intervensi serentak yang melibatkan pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, dan pemberian gizi berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kupang,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Yoel Laitabun juga menekankan pentingnya kerjasama dari berbagai pihak untuk memberantas stunting. “Dukungan dari Bank NTT sangat berharga, dan kami berharap Kepala Desa dan Lurah di seluruh Kabupaten Kupang juga proaktif dalam memberantas stunting di daerah mereka,” ujar Laitabun.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









