Perang Tarif Antara AS dan China

tarif
Perang tarif Amerika VS China

Namun, yang perlu dicatat, AS memilih untuk menyerang China dengan tarif yang relatif rendah, daripada mengenakan tarif hingga 60%, seperti yang sebelumnya diancamkan Presiden Trump. Sementara itu, Beijing juga menahan diri dengan menargetkan sektor-sektor AS yang kurang penting, sehingga membuka peluang bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan.

“Saya pikir Trump menarik kembali tarif yang lebih besar terhadap Tiongkok karena menjadi jelas baginya bahwa tarif tersebut akan menghilangkan kemungkinan negosiasi,” kata pakar kebijakan perdagangan William Reinsch, m antan wakil menteri perdagangan AS untuk administrasi ekspor dan penasihat senior di Center for Strategic and International Studies.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Itu akan menjadi hambatan perdagangan, dan mereka pada dasarnya akan menganggapnya sebagai tindakan perang ekonomi. Jadi saya pikir ia menggunakan angka yang tidak akan menghalangi negosiasi di masa mendatang dan tetap akan mengirimkan sinyal, jadi ia berakhir dengan angka 10%.” pungkasnya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Natal Oikumene Bank NTT Cabang Oelamasi Berlangsung Khidmat, Bupati Kupang Tekankan Peran Bank NTT bagi Masyarakat Marjinal
  • Bagikan