Perlu disadari, investasi di pasar modal tidak hanya tentang angka dan analisis. Aktivitas di pasar modal penuh dengan volatilitas yang sering kali memicu emosi. Ketika pasar naik, euforia bisa membuat kita terlalu percaya diri, sementara ketika pasar turun, ketakutan bisa memicu keputusan impulsif seperti panic selling.
Memahami psikologi diri dapat membantu investor menghindari keputusan emosional, mengelola risiko dengan lebih baik dan membangun disiplin dalam mengikuti strategi investasi.
Ada beberapa situasi bias psikologi dalam investasi.
Pertama, overconfidence bias, yaitu merasa terlalu yakin dengan keputusan investasi sehingga mengabaikan risiko.
Kedua, loss aversion yaitu ketakutan terhadap kerugian yang membuat investor enggan menjual saham yang sudah merugi, berharap harga akan pulih.
Ketiga, herd mentality yaitu mengikuti tren pasar tanpa analisis yang jelas karena tekanan sosial atau takut tertinggal.
Keempat, confirmation bias yaitu hanya mencari informasi yang mendukung keyakinan kita dan mengabaikan data yang bertentangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
