Baca Juga : Pasar saham waspada kebijakan Trump
Agar emosi tidak menguasai keputusan investasi, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan. Pertama, tetapkan tujuan investasi jangka panjang. Fokus pada tujuan akhir membantu menghindari reaksi impulsif terhadap fluktuasi jangka pendek. Kedua menentukan tujuan investasi yang jelas, apakah investasi yang dilakukan untuk dana pensiun, pendidikan anak, atau membeli rumah.
Tujuan ini akan membantu Anda fokus pada gambaran besar. Dengan tujuan yang jelas, anda lebih mungkin bertahan dalam menghadapi fluktuasi pasar. Baru kemudian membuat rencana investasi.
Tetapkan alokasi aset berdasarkan profil risiko anda (agresif, moderat, atau konservatif). Rencanakan strategi masuk dan keluar (entry dan exit) sehingga anda tahu kapan harus membeli atau menjual tanpa tergoda oleh emosi sesaat, dengan memiliki rencana investasi yang jelas yang mencakup alokasi aset, target return, dan batas toleransi risiko. Ikuti rencana ini dengan disiplin lalu gunakan aturan Stop-Loss dan Take-Profit.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
