Stop-loss adalah batas kerugian yang anda toleransi, sedangkan take-profit adalah target keuntungan yang anda tetapkan. Dengan menggunakan aturan ini, anda bisa disiplin untuk menjual aset meskipun emosi mendorong anda bertindak sebaliknya.
Hindari membeli dan menjual aset karena panik atau euforia karena bisa meningkatkan risiko. Tetaplah pada rencana investasi dan hindari mengikuti tren pasar tanpa analisis yang matang.
Semakin banyak anda tahu tentang investasi, semakin kecil kemungkinan anda membuat keputusan impulsif. Belajar membaca laporan keuangan, memahami tren pasar, dan mengenali strategi investasi yang cocok dengan gaya anda.
Selalu ingat melakukan diversifikasi portofolio.
Jangan menaruh semua uang anda pada satu aset atau sektor, diversifikasi dapat membantu mengurangi dampak kerugian dari satu jenis investasi terhadap portofolio anda secara keseluruhan.
Second opinion yang didapat dari seorang profesional atau mentor berpengalaman bisa membantu anda mengambil keputusan yang lebih obyektif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
