Dari sisi faktor pembentuk, perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit perbankan. Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh 13,6% (yoy), meningkat signifikan dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 8,7% (yoy). Peningkatan ini mencerminkan dinamika fiskal pemerintah yang berkontribusi terhadap penambahan likuiditas di perekonomian.
Sementara itu, penyaluran kredit perbankan pada Desember 2025 tumbuh 9,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 yang tercatat 7,9% (yoy). Akselerasi kredit tersebut menjadi sinyal positif bagi fungsi intermediasi perbankan, yang mulai kembali memainkan peran lebih aktif dalam menyalurkan dana ke sektor riil. Kredit yang tumbuh lebih cepat berpotensi mendorong ekspansi kapasitas produksi dan meningkatkan daya dorong pertumbuhan ekonomi.
Di sisi eksternal, aktiva luar negeri bersih (net foreign assets/NFA) tumbuh 8,9% (yoy), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 9,7% (yoy). Perlambatan ini mencerminkan pengaruh ketidakpastian global, termasuk normalisasi kebijakan moneter di negara maju dan fluktuasi arus modal internasional. Meski demikian, kinerja NFA yang tetap positif menunjukkan ketahanan sektor eksternal Indonesia di tengah dinamika global.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
