Dalam tuntutannya, Aliansi NTT meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengevaluasi total proses seleksi Akpol NTT 2024.
“Kami minta kepolisian, khususnya Pak Kapolri, melakukan evaluasi total terhadap penerimaan Akpol di NTT. Karena dugaan kami, ada indikasi kolusi dan nepotisme di situ,” tambah Ketua Umum Aliansi Indonesia Timur itu.
Influencer sekaligus aktivis kemanusiaan asal NTT, Fritz Alor Boy, juga turut mengkritik kebijakan Kapolda NTT yang dinilai tidak adil bagi masyarakat NTT.
“Orang luar NTT lebih dominan dari orang asli NTT ini bagian dari perampasan hak dan kesejahteraan orang NTT di tanah sendiri. Kapolda NTT dan jajarannya jangan merampas hak-hak masyarakat,” tegas Fritz.
Menurut Fritz, tindakan Kapolda NTT tidak adil bagi masyarakat NTT. “Ini bagian dari ketidakadilan yang diterapkan oleh Pak Irjen Pol Daniel,” katanya.
Oleh karena itu, Fritz mendesak agar Irjen Pol Daniel segera dicopot dari jabatannya. “Copot jabatan Bapak Daniel dari Kapolda NTT. Sekali lagi, Bapak Kapolri segera mencopotnya,” desak tokoh muda NTT itu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
