Kehadiran tim akademisi Undana diterima oleh Kepala Desa Umbu Mamijuk, Agustinus Umbu Kareju, bersama jajaran perangkat desa.
Puluhan warga juga terlibat aktif dalam kegiatan yang dirancang tidak hanya untuk memberikan pengetahuan, tetapi membangun kesiapan masyarakat menghadapi persoalan perlindungan anak.
Salah satu persoalan dalam penanganan kekerasan terhadap anak adalah rendahnya pemahaman masyarakat mengenai langkah awal yang harus dilakukan.
Tidak sedikit warga yang mengetahui adanya persoalan, tetapi memilih diam karena merasa tidak memiliki kewenangan atau tidak memahami mekanisme pelaporan.
Situasi tersebut dapat membuat kekerasan terus berlangsung tanpa penanganan yang memadai.
Tim PKM FH Undana kemudian mencoba membangun pemahaman melalui metode diskusi kelompok dan simulasi kasus.
Warga dibagi ke dalam dua kelompok kerja dengan fokus pembahasan berbeda.
Kelompok pertama mempelajari cara mengenali risiko dan memberikan respons awal dalam pengasuhan anak. Fokusnya adalah mendorong pola pengasuhan yang lebih positif dan menjauhkan penggunaan kekerasan sebagai cara mendisiplinkan anak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
