Efisiensi Dipertanyakan: Warga Sebut Pembangunan Jembatan di Oesao Hanya Habiskan Anggaran

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20241217 WA0036

Meksi menambahkan bahwa jika memang diperlukan pembangunan jembatan, seharusnya dilakukan di lokasi lain tanpa merusak cross way yang sudah ada.

Hal senada disampaikan Febi Arianto Denagaba, warga lainnya, yang menilai proyek ini hanya bertujuan menghabiskan anggaran Dana Desa tanpa memikirkan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.

“Dana Desa itu untuk kesejahteraan rakyat, bukan semata untuk proyek yang tumpang tindih. Crossway ini masih bisa digunakan, tapi dihancurkan dan diganti jembatan kecil yang fungsinya sama. Kalau nanti banjir datang dan jembatan rusak, lalu bagaimana? Ini jelas tidak efisien,” tegas Febi.

Menurutnya, alokasi Dana Desa seharusnya diprioritaskan untuk program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi warga, bantuan untuk keluarga miskin, atau perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan.

Desakan Audit Penggunaan Dana Desa

Proyek ini memunculkan dugaan adanya pengelolaan Dana Desa yang tidak transparan dan tidak tepat sasaran. Warga mendesak Inspektorat Daerah Kabupaten Kupang dan pihak berwenang lainnya untuk segera melakukan audit terkait perencanaan dan pelaksanaan proyek jembatan ini.

  • Bagikan
Exit mobile version