Baca Juga : Apa Hak-hak Pemegang Kartu Hijau AS
Namun, Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (ADL) menyatakan bahwa JVP tidak mewakili pandangan mayoritas komunitas Yahudi. Pengacara dari kelompok End Jew Hatred, Gerard Filitti, berpendapat bahwa beberapa tindakan protes yang menghalangi akses mahasiswa Yahudi di kampus merupakan bentuk diskriminasi antisemit.
Komite Kongres yang menyelidiki antisemitisme telah meminta agar Universitas Columbia menyerahkan catatan disiplin terkait peristiwa ini. Pada saat yang sama, Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) juga menggugat Universitas Columbia dan komite Kongres karena dugaan pelanggaran hak privasi.
Pengacara Khalil, Amy Greer, mengatakan bahwa tindakan Kongres yang melabeli individu sebagai “antisemit” atau “radikal” memberi izin bagi orang lain untuk melanggar privasi mereka.
Afaf Nasher, Direktur Eksekutif CAIR New York, mengungkapkan bahwa tindakan tersebut berisiko merusak nilai-nilai dasar Amerika. “Membiarkan kongres atau lembaga seperti Columbia menargetkan individu berdasarkan pandangan mereka adalah ancaman serius terhadap nilai-nilai Amerika,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
